Pendakian Rinjani Ditutup Demi Keselamatan dan Kelestarian

NTB PROV

Pada awal tahun 2026 Destinasi Wisata Pendakian Rinjani Ditutup, Ini dengan tujuan Keselamatan dan Kelestarian. Penutupan pendakian Gunung Rinjani dilakukan secara reguler di awal tahun sebagai bentuk perlindungan untuk pendaki, untuk alam, dan untuk masa depan Rinjani itu sendiri.

Ada beberapa hal yang mendasar kenapa pendakian Gunung Rinjani perlu istirahat (ditutup), diantaranya adalah :

1. Musim hujan membawa risiko tinggi

Curah hujan tinggi membuat jalur licin, kabut tebal, hingga aliran air yang menutup lintasan. Risiko hipotermia dan kecelakaan bagi pendaki ditengah cuaca ekstrim menjadi salah satu faktor penutupan pendakian Gunung Rinjani. Keselamatan adalah prioritas utama.

2. Alam juga butuh waktu beristirahat

Masa penutupan memberi ruang bagi tanah dan vegetasi untuk pulih, satwa kembali tenang, ekosistem kembali pulih serta tekanan aktivitas manusia berkurang.

3. Perawatan & evaluasi berkelanjutan

Penutupan dimanfaatkan untuk perbaikan jalur, pemeliharaan fasilitas, dan evaluasi pengelolaan pendakian agar saat dibuka kembali, Rinjani lebih aman dan lebih siap menyambut musim pendakian di buka kembali.

4. Dukung bersama dengan mentaati SOP, kamu ikut menjaga keselamatan, melindungi alam, dan merawat masa depan Gunung Rinjani. Penutupan ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.

Mari bersama memahami bahwa keselamatan dan kelestarian alam adalah prioritas utama. Gunung setinggi dan seindah Rinjani juga butuh waktu untuk beristirahat.

#Penutupan Pendakian


Taman Nasional Gunung Rinjani © 2026 All Rights Reserved.

Jl. Dr. Soedjono, Jl. Lingkar Selatan, Jempong Baru, Kec. Sekarbela, Kota Mataram,
Nusa Tenggara Barat 83361

7.30 AM - 4:00PM