Penjaga Sunyi Hutan Rinjani: Cekakak Tunggir Putih Kembali Terpantau

NTB PROV

Di balik rimbunnya tajuk hutan tropis kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, kehidupan liar terus bercerita dengan caranya sendiri. 

Kali ini, petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) di Resor Tetebatu kembali mencatat perjumpaan dengan salah satu burung endemik yang memikat perhatian — Cekakak Tunggir Putih (Caridonax fulgidus).

Burung ini tampil mencolok dengan paruh merah terang, bulu gelap mengilap, serta bagian tunggir dan bawah tubuh berwarna putih yang menjadi ciri khasnya. Suara nyaringnya yang terdengar “kow-kow-kow…” kerap memecah sunyi hutan pada pagi dan sore hari.
Meski dikenal sebagai keluarga raja-udang, spesies ini bukan penghuni sungai semata. Cekakak tunggir putih lebih sering ditemukan di hutan tropis bertajuk rapat, memanfaatkan vegetasi alami untuk mencari serangga dan hewan kecil lainnya. 
Tahukah kamu?  Burung ini merupakan spesies endemik kawasan Wallacea dan Indonesia bagian timur. 
Keberadaannya menjadi indikator penting bahwa habitat hutan masih terjaga dengan baik. 
Status konservasinya menurut IUCN adalah Least Concern, namun ancaman degradasi habitat tetap perlu diwaspadai.

Setiap perjumpaan satwa liar bukan sekadar dokumentasi, tetapi pengingat bahwa hutan menyimpan kehidupan yang terus berjalan dan membutuhkan ruang untuk tetap lestari.

Karena di balik setiap rimbun hutan, selalu ada kehidupan yang menunggu untuk dijaga bersama. 

#burung


Taman Nasional Gunung Rinjani © 2026 All Rights Reserved.

Jl. Dr. Soedjono, Jl. Lingkar Selatan, Jempong Baru, Kec. Sekarbela, Kota Mataram,
Nusa Tenggara Barat 83361

7.30 AM - 4:00PM